Forums
Lyrical Wings - Mahou Shojo Lyrical Nanoha Fanfics - Printable Version

+- Forums (https://www.animindo.net/forum)
+-- Forum: The Other Side (https://www.animindo.net/forum/forumdisplay.php?fid=5)
+--- Forum: Gaze Garden (https://www.animindo.net/forum/forumdisplay.php?fid=25)
+--- Thread: Lyrical Wings - Mahou Shojo Lyrical Nanoha Fanfics (/showthread.php?tid=95)

Pages: 1 2 3


Lyrical Wings - Mahou Shojo Lyrical Nanoha Fanfics - tsu - 20/05/08

well....
iseng Tongue

ini kerjaan gw klo lagi nggak ada yang ditonton di kos2an
nulisnya udah lumayan lama sih, sekitar peburari ato maret yah... sekarang baru chapter 5 :lol: nulisnya klo lagi mood aja sih >_<

tte... ini bersetting sekitar 8 tahun dari ending StrikerS, dimana para StrikerS udah punya kerjaan sendiri2
tokoh utamanya Fuwa Yuuki... well.... ada darah Fuwa dia emang, bisa dianggap sepupu Nanoha juga, in fact.. yang bawa di ke TSAB emang Nanoha
terus cast StrikerS yang ikutan adalah Caro dan Erio, Subaru juga ada, tapi dibelakang layar, begitu juga Tamakachi Miyuki, pengen ngikutin Nami juga sih... tapi bingung nyambungnya Tongue

saate.... here we goes Big Grin
klo ada yang ngga pas, komen aja yah ^^


Lyrical Wings - Mahou Shojo Lyrical Nanoha Fanfics - tsu - 20/05/08

Prolog

8 tahun setelah JS Incident, keadaan Midchilda sudah kembali normal. Segala kasus mengenai JS dan segala koneksinya telah di kunci rapat-rapat dalam lemari besi para petinggi TSAB, juga segala yang berkaitan dengan Relic atau Lost Logia berbahaya lainnya telah berangsur-angsur dihilangkan dari ingatan publik.

TSAB telah mengambil langkah penuh mengenai penanganan Lost Logia. Tidak ada lagi satuan khusus seperti Mobile 6th untuk menangani Lost Logia, kali ini para petinggi TSAB sendiri yang langsung turun.

Untuk beberapa saat publik Midchilda tampaknya sudah mulai melupakan soal Relic ataupun Lost Logia, terlebih lagi soal Saint’s Craddle yang hampir membinasakan kehidupan mereka, namun kedamaian ini akan terusik kembali, dan hal ini dimulai dari dunia yang jauh sekali dari mereka…..

Non-Administrated World No.97 atau Bumi.


Lyrical Wings - Mahou Shojo Lyrical Nanoha Fanfics - tsu - 20/05/08

[1800 Mid-time – Kapal Observasi Naval TSAB “Excellion”]

Terlihat bridge kapal observasi andalan TSAB itu tengah dilanda hiruk pikuk.

Suara alarm meraung-raung terdengar dimana-mana, layar-layar menunjukan status bewarna merah terlihat di masing-masing konsol dari setiap perwira yang berada di bridge.

Ditengah-tengah bridge berbentuk persegi itu, terlihat Kapten Kei Rouran tengah sibuk memerintahkan anak buahnya.

“Kapten, ruang kargo nomor 6 sudah tidak kuat menahan !” seru seorang perwira
“api menyebar dengan cepat, sistem magical-hydrant tidak berfungsi karena efek dari Lost Logia”

Wajahnya seolah ingin meminta atasannya memberikan perintah secepatnya.

Kapten Kei Rouran menatap galau kepada perwira itu, kedua mata mereka saling beradu, sebutir keringat jatuh melewati pipi sang Kapten.

“ Letnan, kunci Dek 17, putuskan semua hubungan, kecuali monitor pengamatan !” teriak sang Kapten

“Cepat !!”

Wajah tidak percaya nampak pada perwira itu
“Tapi Maam ?!” kata perwira itu sambil berdiri “masih ada beberapa perwira kita yang berada disana”

“Letnan Satu Liendtman !!” Bentak sang Kapten

“ini perintah !”

sejurus kemudian, wajah marah sang kapten berubah menjadi sayu.

“ Kita tidak punya pilihan lain……”

Letnan Satu Liendtman terpaku, lalu beberapa detik kemudian jari-jarinya menyentuh beberapa tombol.

“Kosongkan area Dek 17, semua personil segera menyingkir dari area !”

Didalam lorong Excellion, kepanikan pun segera menyebar, terutama untuk para anggota tim eksplorasi. Alarm dan suara Letnan Satu Liendtman terdengar di seluruh lorong Excellion melalui pengeras suara.

Di Lorong dekat Deck 17, terlihat seorang perwira muda lengkap dengan Barrier Jacket terpasang tengah berlari menuju kearah dek bermasalah tersebut. Dibelakangnya terlihat seorang perwira wanita menyusul dengan terengah-engah.

“Erio !”

Letnan Erio Mondial pun menoleh
“ada apa Caro ? kenapa belum berpindah dari dek ini ?" Erio bertanya sambil memegang pipi Letnan Dua Caro Ru Lushie yang basah oleh keringat.

“Aku sudah mengamankan beberapa sampel yang kita ambil dari Rion tiga hari yang lalu, Cuma aku tidak bisa mengamankan DS yang ada di kargo itu” Mata bening Caro nampak berkaca-kaca menatap kekasihnya tersebut.

“Maafkan aku” Sebutir air mata menetes dipipinya

“Sudahlah, sampel masih bisa diambil lagi, tapi tidak dengan nyawa para anggota tim” Erio menghapus airmata di pipi Caro, lalu dengan penuh kasih sayang dia mencium kening Caro

“aku akan kembali masuk, masih ada beberapa orang disana”

Caro terhenyak kaget “Erio ! bukankah sudah ada tim penyelamat yang dikirim ?!”

Erio menggeleng pelan, tangannya diletakan di pundak Caro.
“Mereka teman-teman kita, aku tidak akan meninggalkan mereka sendiri”

Setelah berkata itu, Erio lalu pergi kembali ke area Dek 17

“Erio, Kembali Erio ! ERIOO !!! “

Suara Caro pun menghilang seiring dengan api yang menelan bayangan tubuh Erio.


Lyrical Wings - Mahou Shojo Lyrical Nanoha Fanfics - tsu - 20/05/08

Saat itu terdengar suara Letnan Satu Liendtman di speakerphone

“Proses pemisahan Dek 17 akan segera dimulai, hitungan mundur akan segera dilaksanakan”

“25....24......23.....22”
Suara magical computer bergema di seluruh lorong

Wajah tegang Caro berubah menjadi terkejut. Dia tahu bahwa prosedur utama untuk mengamankan kontaminasi oleh Lost Logia seperti ini adalah dengan membuangnya ke lautan dimensional yang netral, dan Excellion adalah salah satu kapal yang dilengkapi dengan sistem eject yang memungkinkan dia untuk membuang salah satu dek nya apabila diperlukan.

Tapi pemisahan dek memerlukan otorisasi yang cukup rumit, keputusan Kapten harus didukung minimal oleh 2 perwira senior.

Namun Caro segera tersadar, bahwa situasi ini sudah diluar jangkauan prosedur.

Pintu baja didepan Caro pun segera menutup, membatasi Dek 16 tempatnya berdiri dengan Dek 17 dimana Erio berlari. Dengan susah payah, Caro menggedor-gedor pintu itu sambil meneriakan nama Erio

“ERIO !!! TIDAKK !! ERIOOO !!!!”

suara hitungan mundur kembali terdengar di telinga Caro “5... 4.... 3... 2.....1”

“Pemisahan dimulai” Suara komputer itu seakan menjadi trigger bagi Excellion untuk melepaskan Dek 17.

Lambung Excellion membuka perlahan, armor tebal yang melindungi bagian luar kapal dari distorsi dimensi pun menarik diri secara perlahan, terasa goncangan pada kapal karena distorsi dari laut dimensional mempengaruhi kapal.

Dari bagian yang terbuka itu, secara perlahan terlihat suatu platform yang bergerak keluar. Diatas platform itu adalah Dek 17 yang akan segera di buang demi keselamatan kapal.

Dari jendela dek 16 Caro melihat dek 17 perlahan-lahan menjauh darinya. Hatinya tidak menentu membayangkan nasib kekasihnya.

Tiba tiba....

“Caro ! kau dengar aku ?!” terdengar suara Erio di telepati

“Erio ? kau dimana ? “Caro menjawab dengan penuh air mata

“Caro dengarkan aku, sudah tidak ada waktu lagi, aku tidak berhasil menyelamatkan mereka... tinggal aku sendiri, aku pasti bisa keluar, percayalah padaku” Suara Erio terdengar penuh distorsi

“Tapi.... dek sudah terpisah ? bagaimana kau akan ?...” tanya Caro, sedikit harapan muncul di dadanya.

“Percayalah padaku.... percayalah padaku” Kata Erio perlahan “Kalaupun aku tidak bisa bertemu lagi denganmu sekarang, percayalah padaku, aku tidak akan melupakanmu, tidak akan pernah !”

“Eh ?!” Caro terhenyak, serasa ada ribuan jarum yang menusuk hatinya “Erio ! apa maksudmu ?!”

Terlihat ledakan di Dek 17, Caro menatap pemandangan itu dengan pedih

“Caro, ini yang terakhir” Suara Erio terdengar berat “percayalah padaku, aku selalu mencintaimu”

Caro terdiam membisu, mulutnya terlalu pedih untuk menyampaikan isi hatinya sekarang.

“Pengait terakhir dilepas, Proses pelepasan Dek 17 telah selesai” Pengait pengaman terakhir dari Dek 17 telah dilepas, dan itu berarti Dek 17 telah terlepas dari Excellion

20 detik kemudian, Dek 17 meledak, secercah cahaya putih melesat sesaat sesudah ledakan.
Goncangan keras terjadi di Excellion. Kapten Rouran pun bekerja keras untuk memerintahkan anak buahnya agar menjaga keseimbangan kapal

“Kalkulasi kerusakan! Tambahkan thruster tambahan untuk sekitar dek 16! Bawa semua personel yang terluka ke Dek 12, juga pindahkan ruang medis ke Dek itu !”
Kapten Rouran berteriak, lalu dia memanggil Liendtman

“Letnan, tolong konfirmasikan berapa anggota tim eksplorasi kita yang selamat dan….. berapa yang terbawa oleh dek 17”
Wajah Kapten 27 tahun itu berubah menjadi sedih.

Didalam dek 16, Caro terduduk lesu. Namun ada secercah harapan di dadanya.

“Strada.... tolong jaga Erio” bisiknya perlahan.

Excellion melaju membisu.... kembali ke Midchilda


Lyrical Wings - Mahou Shojo Lyrical Nanoha Fanfics - tsu - 25/05/08

Chapter 1 : Silent Sweeper

[2230 –Tokyo Tower, Tokyo]

Sesosok tubuh terlihat berkelebat di kegelapan malam Tokyo, sedetik kemudian sosok itu berhenti, dia melihat kedepan.

Didepannya adalah bangunan paling fenomenal di Tokyo, Tokyo Tower, tumpukan baja yang menjulang lebih dari 300meter itu terlihat begitu menakjubkan di malam hari, seolah mercusuar ditengah lautan cahaya buatan Tokyo.

Sosok itu kemudian berguman

“Disini yah ?”

dia lalu memastikan ucapannya dengan melihat monitor transparan di sebelahnya, jelas terlihat bahwa sosok ini bukan dari bumi.

“Letnan Fuwa Yuuki melapor, saya sudah tiba di Tokyo Tower, sasaran terlihat memasuki area sekitar 10 menit lalu menurut Area Search dari Astral” suara sosok itu berbicara dengan monitor.

“Pesan diterima, Letnan, harap jalankan misi dengan hati-hati, kita tidak ingin penduduk Tokyo terganggu” ucap sosok yang berada di monitor.

Letnan Yuuki tersenyum, “tenang saja Major Alicia” dia lalu mengeluarkan sesuatu dari kantong jacketnya “orang Tokyo…. Susah tidur”

Sebuah liontin lalu dipasangkannya ke leher
“Siap Astral ?!” kata Yuuki bersemangat, kepala liontin berbentuk lingkaran dengan mata rubi merah itu nampak bergoyang perlahan

[Anytime, master]

Untuk sejenak rubi merah di kalung Yuuki bercahaya, mengikuti suara perempuan mekanikal yang kemudian hilang tertiup angin.

“Letnan Fuwa Yuuki, bergerak masuk !”
setelah ucapan itu, terlihat Yuuki menghormat ke monitor, sejurus kemudian monitor itu menghilang.

“Astral, Set Up”

Lingkaran magic bewarna biru terlihat dibawah kakinya, lingkaran yang menandakan kalau dia adalah pengguna Midchilda Magic System, sistem magic yang lebih mengandalkan kekuatan magis dari user nya.

Cahaya terlihat menyelimuti tubuh Yuuki, cahaya yang cukup terang untuk berhadapan dengan cahaya pintu masuk Tokyo Tower.

Beberapa detik kemudian, cahaya itu meredup, dan terlihat sosok Yuuki dengan coat biru melesat ke arah tengah tower.

[Astral Wings !]

Rubi merah itu berkedip lagi, namun kali ini dia berada di ujung tongkat baja putih sepanjang 1,5 meter, itulah wujud asli Astral.

Sebuah prototype Storage Device yang lalu di upgrade menjadi Intellegent Device karena prestasi Yuuki yang mengagumkan sebagai pasukan Navy TSAB.

Sebuah cahaya meliputi kaki Yuuki, sebuah sayap kecil terlihat di belakang sepatunya.

Salah satu fitur standar dari sebuah Intellegent Device yang membedakannya dari Storage Device standar, yakni Autocast, Astral bisa meng-cast sendiri magic-magic sederhana tanpa perintah Yuuki dengan memprediksi gerakan sang master dan keadaan lingkungan disekitarnya.

[master !] rubi merah itu berkedip lagi

“ya Astral ?” Yuuki berkata sambil tidak menoleh, rambutnya berkibar-kibar terkena angin malam dan akselerasi Astral Wing.

[There are 3 subjects in the operation area]
sebuah monitor transparan kecil terpampang di wajah Yuuki

[two non-combatans, there are no magic reaction within them, and the other is….]
belum sempat Astral menyelesaikan laporannya, Yuuki berguman

“… adalah sasaran kita yah ? “

Astral membalas [Yes, master]

“Ok ! Astral, waktunya tidur bagi 2 penduduk lokal itu, aku tidak ingin mereka melihat aksi yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya” kata Yuuki

Membuat diri tidak diketahui adalah standar dari operasi militer TSAB kalau mereka masuk ke dunia yang tidak teradministrasi seperti ini.

Walaupun Bumi adalah tempat terjadinya event besar untuk TSAB dimasa lalu seperti insiden Jewel Seed dan Book of Darkness dan adalah tempat kelahiran dari pahlawan-pahlawan TSAB seperti Kolonel Takamachi Nanoha dan Jendral Yagami Hayate, namun pihak HQ tetap menganggap bahwa personel TSAB tetap harus merahasiakan keberadaanya di bumi.

Yuuki setuju akan hal ini, bumi adalah tempat kelahirannya. Dia tidak ingin orang-orang yang mengenalnya selama ini menjadi keheranan akan sosok nya sebagai personel TSAB.

[Targets lock, begin initialization]Astral berkedip

“Maafkan aku, kawan-kawan, saatnya kalian tidur sebentar” Yuuki berguman pelan “Astral Shot, 1/100 kekuatan, arahkan ke leher”

[yes, master] segumpal cahaya terbentuk didepan rubi merah Astral

[Astral Shot, 1/100, materialized magic]

gumpalan cahaya tersebut lalu berubah menjadi dua bola metal sebesar bola tenis yang kemudian melesat dengan cepat kearah dua sosok yang ternyata adalah penjaga tower tersebut.

Beberapa detik kemudian, kedua penjaga tersebut pingsan

“Penjaga yah ?” Yuuki berguman “maafkan aku bapak-bapak, tapi ini bukan lawan yang bisa kalian lawan dengan pentungan dan pistol”

Sebuah monitor muncul didepan mukanya
“Major, transfer lokal, 2 subject” Major Alicia terlihat menganggukan kepala

“Amy, transfer lokal, 2 subject, pindahkan mereka ke tanah”
Sejurus kemudian kedua penjaga itu lenyap dari hadapan Yuuki

“Astral, Area Search, cari orang itu”

Yuuki berkata sambil menebar pandangan ke area wisata Tokyo Tower ini, di area ini memang digunakan untuk melihat pemandangan Tokyo, terdapat beberapa teleskop dan ruangan kaca yang luas untuk melihat pemandangan dengan sempurna.

[Master !, Object sighted, 8 meters ahead]

Yuuki merespon dengan mengarahkan ujung Astral ke depan

“TSAB, Sweeper Team, Siapapun yang disitu, keluar !” Yuuki berteriak “Aku hitung sampai 3 !”


Lyrical Wings - Mahou Shojo Lyrical Nanoha Fanfics - tsu - 25/05/08

Belum sempat Yuuki menghitung, sebuah lingkaran magic terlihat, lalu kemudian dua buah sinar meluncur ke arah Yuuki, tidak sempat mengelak, Yuuki memilih bertahan

“Round Shield !”

sebuah lingkaran biru terbentuk didepan Yuuki
Kedua sinar itu meledak ketika berbenturan dengan energi Round Shield Yuuki, Yuuki mengerang

“Sial, feint rupanya”
matanya buta sesaat terkena efek ledakan itu.

Sekelebat bayangan terlihat dari arah cahaya tadi.
Yuuki yang masih terkena efek ledakan dengan susah payah berusaha mengejar bayangan itu,

“Berhenti !, atau akan kujatuhkan !”
teriakan Yuuki menggema di ruangan seluas lapangan tenis itu.

Orang itu berhenti, lalu dengan cepat beberapa panah cahaya melesat dari nya.

Yuuki yang kali ini siap, dengan cepat menghindar,

[Accel Wings! ]

terdengar suara Astral yang kemudian mengawali perubahan sayap di kaki Yuuki menjadi lebih lebar dan cepat.

Panah cahaya mengenai beberapa sisi dinding yang langsung berlubang

“cih, konsentrasi magic yang lumayan yah ?” Kata Yuuki

“tapi, kalau Cuma itu, tidak akan cukup untuk menjatuhkan seorang Sweeper !”

Wings di kaki Yuuki tiba-tiba bercahaya, sedetik kemudian Yuuki sudah berada didepan penyerangnya, dengan ujung Astral berada di perut sang lawan.

[Break Impulse]
“Linear Shot !!”

Seberkas sinar muncul dari ujung Astral, langsung menghantam tubuh lawan yang kemudian terpental hingga beberapa meter

“Linear Shot dari point blank, pastinya akan sakit yah ?”
Kata Yuuki sambil bersiap-siap kembali saat melihat lawannya mulai berdiri dengan susah payah

“nice defense, tapi sayang.... ini yang terakhir” tangan Yuuki kemudian menunjuk kearah lawannya

“Chain Bind !”

seketika lawannya pun jatuh di lantai, dengan rantai magic mengikat seluruh tubuhnya.

“Misi selesai, nice work Astral” kata Yuuki tersenyum

[Thank you, Master]
Astral berkedip.

Yuuki mendekati lawannya yang sudah tidak berdaya, lalu berjongkok disebelahnya

“hmm...memang bukan orang bumi yah ?” kata Yuuki sambil menatap mata lawannya yang memandang tajam dirinya. Pria umur 30 tahunan, coat lusuh yang dikenakannya terlihat bukan sesuatu yang bisa ditemui di Tokyo, wajahnya terlihat lelah, namun matanya tetap memandang tajam Yuuki

“Engkau ditahan, atas tuduhan masuk ke Non-Administrated World tanpa registrasi resmi dari TSAB, dan kemungkinan gangguan atas penduduk sipil”

Orang itu meludah ke arah Yuuki, tepat mengenai sepatunya.

Yuuki yang terlihat menahan amarah lalu menghela napas, dengan cepat dia mendekati orang itu

“Maafkan aku pak tua”

Tangan Yuuki mendarat ditengkuk orang itu, yang kemudian langsung pingsan

“Major, misi selesai, target berhasil dilumpuhkan, permintaan transfer ke Messiah”

Kemudian, kedua orang itu menghilang ditengah kebisuan malam Tokyo.


Lyrical Wings - Mahou Shojo Lyrical Nanoha Fanfics - tsu - 25/05/08

[2300-Earth’s Orbit – TSAB Naval Interdimensional Warship Messiah]

Major Alicia Clio bergegas menuju ruang transfer, wajah Major muda berusia 24 tahun itu berseri karena anak buah favoritnya sekali lagi berhasil menjalankan misi dengan bersih dan cepat.

Rambut berombak pirang sebahu nya bergoyang-goyang mengikuti irama langkah tubuh langsing 165cm dan 56kg itu menyusuri lorong Messiah. Sudah 2 tahun ini dia bekerja sama dengan Yuuki untuk misi-misi seperti ini, membersihkan hal-hal kecil yang ditinggalkan oleh tim-tim Foward pasukan lain.

Misi kali ini adalah menangkap seorang dari kelompok radikal Mid (kependekan Midchilda) yang berhasil meloloskan diri dari Clanagan, ibu kota Mid. Mereka membuat pintu Warp saat melarikan diri, mungkin karena pintu Warp yang tidak stabil mereka terlempar ke bumi.

Kapal Messiah yang saat itu sedang berpatroli dekat dengan bumi segera dipanggil untuk misi ini, sebagian besar anggota kelompok itu bisa dibereskan oleh tim Foward Messiah, namun ada beberapa yang lolos.
Disinilah tim kecil Major Alicia berperan.

“Kerja bagus Letnan” kata Alicia tersenyum ketika melihat Yuuki, senyuman yang pasti akan menyegarkan siapa saja yang melihatnya.

“Sama-sama Major, ini juga berkat kerjasama tim” Yuuki berusaha sopan walaupun sebetulnya hatinya berdesir melihat senyuman tadi.

“Letnan, setelah ini temui aku di meja ku, ada yang ingin kubicarakan” Kata Alicia sambil melihat profil data yang baru diserahkan Yuuki

“Baik, Maam !” Kata Yuuki sambil memberi hormat seiring dengan menghilangnya tubuh Alicia dibalik pintu gate.

“Letnan Satu Fuwa Yuuki, menghadap !” Kata Yuuki tegap didepan pintu ruangan Alicia

“Masuklah Letnan” terdengar suara dari dalam

“Siap !” Yuuki membalas cepat

Didalam ruangan 4x6 itu terlihat Alicia tengah membaca berkas di monitor kecil, di ujung meja kerjanya terlihat foto dari tim nya selama 2 tahun ini, tim kecil dengan anggota 5 orang termasuk Yuuki dan dirinya, 3 orang anggota lapangan 1 orang operator dan 1 orang perwira, susunan tim yang ideal.

“Glenn dan Erika belum kembali ?” kata Yuuki mengawali pembicaraan, Alicia berdiri, aroma teh Camomile yang ada dimejanya pun menyeruak.

“Belum, tapi mungkin sebentar lagi akan datang, Amy sedang memantau mereka” Alicia berbicara sambil melihat foto tim nya, Glenn Stratos dan Erika Versa adalah rekan Yuuki yang menjadi “tukang sapu” sama seperti dirinya, sedangkan Amy Schneider adalah operator yang mengatur segala komunikasi dan akomodasi para Sweeper.

“Mengenai misimu tadi, kerja bagus, tidak ada saksi, kerusakan minimal dan yang terpenting, tidak ada korban “Kata Alicia sambil tetap membaca berkas

“Ah, Major, boleh saya bertanya siapa sebenarnya target saya tadi ? saya hanya tahu nama dan ciri-ciri fisik saja dari Amy” Selidik Yuuki, karena tidak biasanya dia hanya diberi info minimal dalam sebuah misi.

“Sebenarnya ini rahasia, namun Letnan lah yang telah menangkap dia, jadi kurasa tidak apa-apa untuk memberitahumu” Kata Alicia yang akhirnya mematikan monitor kecilnya, lalu menampilkan monitor yang lebih besar di tembok kiri ruangannya

“Estro Diablo, 35 th, pengangguran, mantan teknisi sipil yang bergerak di bidang pembuatan mesin kapal” Monitor menampilkan sesosok wajah yang sekitar 40 menit lalu dibuat tak berdaya oleh Yuuki di Tokyo Tower.

Alicia melanjutkan “belum diketahui jelas kenapa orang ini memilih bergabung dengan kelompok radikal itu, namun yang menjadi pertanyaan adalah, seorang teknisi sipil dapat mengetahui attack magic yang sebenarnya adalah terlarang digunakan selain oleh TSAB, lalu yang lebih mengerikan adalah fakta bahwa Estro adalah salah satu orang dari tim penggagas Interdimensional Warp Gate”

Kening Yuuki berkerut, jadi itulah mengapa para anggota kelompok itu bisa mempunyai akses untuk membuka Warp Gate

“tapi Gate yang dibuka mereka tidak sempurna kan ? itulah kenapa mereka bisa tersesat sampe ke Bum..... eh Non-Administrated World No.79 khan ?” Yuuki mencoba berteori

Alicia mendesah “Aku harap demikian kasusnya, namun ada kecurigaan besar dibalik kenapa mereka bisa sampai kesini”

Yuuki terdiam

“sebenarnya aku ingin menjelaskan lebih lanjut, namun ada orang yang lebih berkepentingan untuk menjelaskannya padamu, dia ada di Clannagan menunggu kita kembali”

“Siapa dia Major ?” Yuuki bertanya dengan wajah keheranan,

Alicia menjawab “Dia”

Layar monitor berkedip, menampilkan wajah yang sangat dikenal Yuuki, atau para pasukan TSAB lainnya

“Ma.... Major Nakajima ?”

Yuuki terkesiap kaget


Lyrical Wings - Mahou Shojo Lyrical Nanoha Fanfics - tsu - 25/05/08

“Apa kabar Letnan Satu Fuwa Yuuki? “ wajah di layar itu berbicara, Yuuki tidak bisa menyembunyikan kekagetannya.

Major Subaru Nakajima adalah salah satu idola di antara pasukan TSAB, sebagai salah satu pasukan Mobile 6th saat insiden JS, Subaru lalu kemudian membuat pasukan SAR TSAB, sesuai dengan keinginannya untuk menolong mereka yang terkena bencana, baik kawan maupun lawan, meski pasukan itu banyak ditentang, terutama oleh petinggi TSAB, namun Subaru tetap meneruskan niatnya.

Hingga sekarang berdiri TSAB 5th Emergency Squad Section 9 dibawah pasukan angkatan darat. Section 9 bertugas untuk menyelidiki kasus-kasus kecelakaan aneh dan kalau mungkin mencari korban baik selamat ataupun tidak walaupun usia kasus sudah bertahun-tahun lamanya.

Wajah Subaru terlihat bersemangat, rambut biru sebahu nya nampak sedikit bergoyang ketika dia berbicara, Yuuki ingat akan saat dia melihat aksi Mobile 6th di video pelatihan saat dia masih berada di akademi, Subaru berambut pendek dan terlihat sangat tomboy, maka dari itu dihadapan Major Subaru Nakajima yang feminim seperti ini Yuuki terasa sangat kikuk.

“Ada apa Letnan ?” Subaru tersenyum
“Apa Alicia sudah menceritakan semuanya ?”

Pandangan Subaru menoleh ke Alicia yang tertawa kecil

“Belum, soalnya aku ingin dia sendiri yang mendengarkannya darimu”

Subaru tertawa kecil “Dasar Alicia, tetap saja suka menggoda bawahan, nampaknya dia favoritmu yah ?”

Alicia memerah “Tu... tunggu Subaru ! jangan bicara hal seperti itu didepan anak buahku”

Yuuki terdiam melihat tingkah kedua perwira atasannya itu

“Baiklah Letnan, sekarang sedikit penjelasan dariku” mimik wajah Subaru berubah serius

“Siap Maam !” Yuuki menegakan badannya.

“Sekitar 10 hari yang lalu, kapal ekspedisi Excellion mengalami kecelakaan hebat” Layar monitor berkedip dan menunjukan gambar Excellion “kapal itu membawa berbagai sampel mengenai dunia-dunia yang belum terjamah, dan juga...... Lost Logia”

Gambar Excellion berganti dengan beberapa gambar artifak yang belum pernah dilihat Yuuki

“itu Lost Logia ?” Yuuki bertanya

wajar kalau Yuuki tidak begitu mengetahui Lost Logia secara pasti, karena segala informasi mengenai Relic dan Lost Logia berada dalam kontrol TSAB, bahkan pasukan reguler TSAB pun mengetahui soal Relic dan Lost Logia hanya dari buku manual mereka di akademi.

“Ya, itu Lost Logia kelas S, termasuk yang berbahaya setelah Relic dan Jewel Seed”
Subaru melanjutkan “Kecelakaan ini termasuk dirahasiakan karena isi kargo dari Excellion, namun tidak setelah kejadian peledakan oleh kelompok radikal tiga hari yang lalu”

Monitor berganti dengan cuplikan berita soal peledakan tempat parkir di Clanagan yang menewaskan 2 orang oleh suatu kelompok radikal tidak bernama, akhirnya kelompok tersebut dapat melarikan diri dengan Gate yang diklaim tidak sempurna.

“Semua orang mengira bahwa gate yang mereka ciptakan tidak sempurna, namun ada beberapa media yang mulai mengkaitkan kenapa mereka bisa sampai ke No.79 aka bumi”

Subaru terlihat sedih “karena Excellion mengalami kecelakaan tepat diatas bumi”

Yuuki terlihat agak bingung, namun memberanikan diri untuk bertanya

“lalu apa hubungannya Major ?”

Subaru terdiam, lalu menjelaskan dengan suara pelan
“didalam kecelakaan itu, Kapten Kei Rouran melepaskan salah satu deck dalam Excellion untuk menyelamatkan kapal”

Yuuki terdiam, dia tahu bahwa tindakan kapten itu benar, dalam standar TSAB keselamatan kapal dan kru adalah diatas segalanya.

“Didalam deck yang dilepaskan itu adalah kargo yang berisi sampel dan Lost Logia yang diambil Excellion saat misi ekspedisinya”

Subaru lalu mengirimkan gambar deck 17 yang meledak
“Meski meledak, diduga Lost Logia dalam kargo deck itu jatuh ke bumi”

Mata Yuuki tidak berkedip, nampaknya dia menangkap apa yang akan dibicarakan oleh Major idola nya ini “jadi, media beranggapan bahwa kelompok ini sengaja membuka gate ke bumi hanya untuk mencari Lost Logia yang hilang itu ?” Yuuki bertanya lagi

Kali ini Alicia yang menjawab “yah begitulah, karena nampaknya sekarang media sudah tidak begitu mempercayai apa yang dikatakan oleh HQ”

Subaru menambahkan “aku tidak tahu bagaimana media bisa mendapatkan berita ini, namun Lost Logia yang hilang itu adalah [Dragoons Seed] energi yang nampaknya berasal dari Linker Core naga yang tersebar di dunia-dunia liar yang terkristalisasi, nampaknya dimasa lalu, kegunaanya sama dengan Jewel Seed, namun yang ini lebih berbahaya karena energi yang tersimpan lebih kuat karena berasal dari linker core makhluk hidup”

Yuuki tidak tahu apa yang harus dikatakan, semua ini adalah hal yang asing baginya. Selama in yang dia tahu hanyalah bergerak cepat untuk menangkap sisa-sisa buronan.

“Jadi, disinilah peran mu Letnan” Wajah Subaru terlihat ceria lagi “Aku akan meminjammu dari Alicia, untuk memimpin pasukan kecil dari Section 9 untuk turun ke No.79”

Secara reflek Yuuki ingin membuka mulut dan menanyakan misi tersebut namun...

“Ok, kita bertemu di Clanagan untuk membicarakan semuanya” Tutup Subaru sebelum Yuuki sempat bertanya , layar monitorpun mati.

Alicia tersenyum “maafkan soal ini, Letnan”

Yuuki tahu, dia pasti akan menyerah dihadapan senyum itu “tapi Subaru berkeras untuk mengatakannya sendiri dihadapanmu”

Yuuki tersenyum namun didalam hati dia menyesal kenapa tadi tidak berbicara apa-apa.

“Sekarang istirahatlah Letnan, kalau kau butuh adjustment untuk Astral, serahkan pada Amy diruang kontrol” Alicia lalu kembali duduk di mejanya

“Siap Maam !, Letnan Satu Fuwa Yuuki mohon diri”
Yuuki menghormat lalu pergi


Lyrical Wings - Mahou Shojo Lyrical Nanoha Fanfics - tsu - 25/05/08

Setelah pintu tertutup, tiba-tiba layar di meja Alicia menyala, didalam layar itu nampak wajah yang sudah tidak asing bagi Alicia

“Fate-san ?”

Wajah di layar itu adalah Fate Testarossa Hallouwn, Supreme Enforcer dari Navy HQ, salah satu dari tiga AceS yang melegenda di TSAB.

Fate tersenyum hangat “Alicia, apa kabar ?”

Alicia lalu tersenyum, namun tiba-tiba sebutir air mata menetes di pipinya.

“Fate-san..... aku...... Erio......” Alicia lalu menangis dengan tangan menutupi wajahnya yang memerah.

“Alicia, jangan paksakan dirimu, Erio pasti tidak apa-apa” Mata Fate juga terlihat berkaca-kaca.

“tapi.... “

“Alicia, Erio tahu resiko dari pekerjaan ini, dia juga pasti sudah bersiap akan hal ini”

Alicia mengangguk pelan

“Tapi Alicia, aku berterima kasih kepadamu, kau bersedia meminjamkan personil terbaikmu untuk misi Subaru”

“Fate-san, hanya itu yang bisa aku lakukan” Alicia menghapus airmata dari pipinya

Fate mengangguk dan tersenyum

“Alicia, Erio dan Caro menganggapmu sebagai kakak mereka, engkau juga sudah aku anggap seperti adiku sendiri, jadi kita ini keluarga dan masalah satu anggota keluarga adalah masalah semua anggota keluarga”

Alicia lalu tersenyum terharu “Fate-san.........”

“Alicia, percayakan hal ini kepada Subaru dan Caro, juga Letnan Fuwa Yuuki, semua akan baik-baik saja” Fate tersenyum.

“Baik, Fate-san”

“Jadi Alicia, aku titip misi ini padamu dan Subaru, kabari aku jika ada perkembangan”

Fate lalu mendesah “Aku kelihatannya tidak akan pulang dalam waktu dekat”

“Baik, Fate-san” Alicia lalu menghormat

“Jaga dirimu Alicia”

Monitor itu lalu padam, meninggalkan Alicia dalam kesendirian. Tiba-tiba dia merasakan kesepian yang amat sangat, tangannya lalu terkatup didepan mulutnya

”Erio....”


Lyrical Wings - Mahou Shojo Lyrical Nanoha Fanfics - tsu - 30/07/08

err... karena si Nayuki kemaren kena pirus guanas, akhirnya data2 Lyrical Wings (sampe chap 6) juga ikutan kena.... hiks...
tapi untungnya sempet gw kopi di kompi kantor, walopun cuman ch1-3 doang....
tapi yah, dengan ingatan yang masih tersisa, gw bisa sampe chapt 4 sekarang
en... sekarang gw lanjutin lagi hehehe Big Grin

thanks for reading
*bows*